Sampah menjadi masalah yang tidak kunjung selesai, saya ambil sampel di lingkungan FKIP UNS. Jika kita menengok dan berjalan di belakang gedung E FKIP UNS pada khusunya dan lingkungan gedung FKIP pada umumnya maka yang akan kita temui adalah sampah yang berserakan apalagi setelah kegiatan-kegiatan tertentu. Ada beragam jenis sampah yang tersebut, misalnya sampah plastic bungkus snack saat ada kegiatan-kegiatan seperti seminar dan penataran guru, dan juga sampah kertas.Hal ini tentu sangat mengganggu karena kampus menjadi tempat belajar mahasiswa misalnya dari baud an nilai keindahan. Dampak yang timbul dalam waktu dekat memang tidak terlalu mengkhawatirkan, mungkin hanya masalah keindahan, tetapi dalam waktu-waktu yang akan dating akan banyak sekali masalah yang ditimbulkan jika masalah sampah dianggap sepele. Sampah yang terpendam dalam tanah terutama yang merupakan sampah plastic akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat hancur. Hal ini tentu akan mengurangi tingkat kesuburan tanah-tanah di sekitar lingkungan FKIP pada khususnya dan UNS pada umumnya. Sampah itu juga akan mengganggu kelancaran sistem drainase sekitar FKIP yang tentu akan menyebabkan tersendatnya aliran air terutama saat musim hujan.
Hal-hal yang bisa kita lakukan dalam kasus ini adalah semaksimal mungkin memanfaatkan tempat sampah yang telah tersedia. Akan sangat baik jika kita sebagai mahasiswa, apalagi calon pendidik memperhatikan kebersihan dari sekarang, dari kita di kampus, sebelum masuk di masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar